Kami siap membantu perusahaan anda untuk Pemasangan Hydraulic Dock

PT. Mechatronic Mitra Solusi siap bermitra dengan perusahaan anda dalam kebutuhan apapun untuk keperluan perusahaan anda.

Kami PT. Mechatronic Mitra Solusi siap membantu UKM

PT. Mechatronic Mitra Solusi siap bersinergi dengan UKM-UKM dimanapun dalam pembuatan mesin-mesin dengan kebutuhan khusus.

Pembuatan Conveyor untuk Perusahaan

Kami PT. Mechatronic Mitra Solusi siap membantu anda dalam perakitan dan instalasi conveyor.

Dokumentasi Pengerjaan Panel Automatic Tester Insulation

The Best Material yang selalu PT. Mechatronic Mitra Solusi berikan. Karena kami selalu berusaha menjadi mitra terbaik perusahaan.

Installation Lift Construction

PT. Mechatronic Mitra Solusi juga telah berpengalaman dalam pembuatan/pemasangan Lift di suatu Pabrik/Kantor.

Tampilkan postingan dengan label plumbing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plumbing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Juni 2017

Pengolahan Air Bersih dengan Teknologi Membran

Teknologi Membran dalam Pengolahan Air Bersih

Kali ini akan kita bahas tentang Teknologi Membran dalam pengolahan air bersih. Reverse Osmosis (Osmosa Balik atau Osmosis Terbalik) yang telah dibahas pada artikel kami sebelumnya juga merupakan salah satu teknologi membran.

Teknologi membran memang sudah banyak digunakan di negara-negara maju, termasuk penggunaan teknologi membran dalam pengolahan air bersih, karena teknologi membran merupakan teknologi bersih yang ramah lingkungan (tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan). Teknologi membran dapat mengurangi senyawa organik dan anorganik yang berada dalam air tanpa adanya pengubahan bahan kimia dalam pengoperasiannya.

Proses membran yang dikenal luas dalam proses pengolahan air adalah proses membran berbasis gaya dorong tekanan seperti:
  • Mikrofiltrasi (MF)
  • Ultrafiltrasi (UF)
  • Nanofiltrasi (NF), dan
  • Reverse Osmosis (RO)
  • Proses membran tersebut merupakan tipe atau jenis membran berdasarkan pori membran.


    Keterangan mengenai Jenis Membran yang digunakan dalam pengolahan air bersih, adalah sebagai berikut:


    Dan materi-materi yang dapat dipisahkan oleh ke 4 proses membran tersebut adalah:


    Dikutip dari website resmi Prof. I Gede Wenten, yang merupakan penemu membran dan alumni ITB terbaik 1982, dan pernah juga menjadi pembicara pada "MTFD Conference 2014", bahwa proses membran merupakan pilihan yang tepat untuk produksi air minum dengan kemampuannya untuk merejeksi kontaminan organik dan anorganik yang berasal dari air. Membran telah teruji dalam pengolahan air dengan kapasitas berkisar dari 40-250.000 m3/hari dengan berbagai jenis umpan seperti air sumur dalam, air tanah, air payau, dan air laut.

    Pengembangan teknologi membran yang terus berlanjut dan semakin banyaknya plant yang telah teruji semakin membuktikan bahwa masa depan teknologi pengolahan air adalah teknologi membran. Hal ini didukung pula dengan semakin terjangkaunya harga unit membran selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Saat ini, proses berbasis membran telah dikembangkan pula untuk aplikasi selain pengolahan air, di antaranya penggunaan fuel cell di bidang energy, membran kontaktor, serta membran gas separation.
    Hubungi (021) 5900629 atau 085100333130
    Email info@mechatronicgroup.com

    Kami akan membantu permasalahan anda dalam instalasi WWTP. 
    plumbing - Hai pembaca General Kontraktor, Kontraktor Elektrikal & Mekanikal, Design System, Maintenance, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul plumbing, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Chiller, Artikel general kontraktor jakarta, Artikel kontraktor hydrant, Artikel kontraktor jakarta, Artikel plumbing, Artikel system, Artikel tips, Artikel water treatment plant, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

    Judul : Pengolahan Air Bersih dengan Teknologi Membran
    link : Pengolahan Air Bersih dengan Teknologi Membran

    Baca juga


    plumbing

    Teknologi Membran dalam Pengolahan Air Bersih

    Kali ini akan kita bahas tentang Teknologi Membran dalam pengolahan air bersih. Reverse Osmosis (Osmosa Balik atau Osmosis Terbalik) yang telah dibahas pada artikel kami sebelumnya juga merupakan salah satu teknologi membran.

    Teknologi membran memang sudah banyak digunakan di negara-negara maju, termasuk penggunaan teknologi membran dalam pengolahan air bersih, karena teknologi membran merupakan teknologi bersih yang ramah lingkungan (tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan). Teknologi membran dapat mengurangi senyawa organik dan anorganik yang berada dalam air tanpa adanya pengubahan bahan kimia dalam pengoperasiannya.

    Proses membran yang dikenal luas dalam proses pengolahan air adalah proses membran berbasis gaya dorong tekanan seperti:
  • Mikrofiltrasi (MF)
  • Ultrafiltrasi (UF)
  • Nanofiltrasi (NF), dan
  • Reverse Osmosis (RO)
  • Proses membran tersebut merupakan tipe atau jenis membran berdasarkan pori membran.


    Keterangan mengenai Jenis Membran yang digunakan dalam pengolahan air bersih, adalah sebagai berikut:


    Dan materi-materi yang dapat dipisahkan oleh ke 4 proses membran tersebut adalah:


    Dikutip dari website resmi Prof. I Gede Wenten, yang merupakan penemu membran dan alumni ITB terbaik 1982, dan pernah juga menjadi pembicara pada "MTFD Conference 2014", bahwa proses membran merupakan pilihan yang tepat untuk produksi air minum dengan kemampuannya untuk merejeksi kontaminan organik dan anorganik yang berasal dari air. Membran telah teruji dalam pengolahan air dengan kapasitas berkisar dari 40-250.000 m3/hari dengan berbagai jenis umpan seperti air sumur dalam, air tanah, air payau, dan air laut.

    Pengembangan teknologi membran yang terus berlanjut dan semakin banyaknya plant yang telah teruji semakin membuktikan bahwa masa depan teknologi pengolahan air adalah teknologi membran. Hal ini didukung pula dengan semakin terjangkaunya harga unit membran selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Saat ini, proses berbasis membran telah dikembangkan pula untuk aplikasi selain pengolahan air, di antaranya penggunaan fuel cell di bidang energy, membran kontaktor, serta membran gas separation.
    Hubungi (021) 5900629 atau 085100333130
    Email info@mechatronicgroup.com

    Kami akan membantu permasalahan anda dalam instalasi WWTP. 

    Kamis, 01 Juni 2017

    Pengenalan Teknologi AOP pada Water Treatment Plant (WTP)

    Teknologi AOP : Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah

    Saat ini pengolahan air limbah menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah air bersih. Ya dengan semakin berkurangnya sumber air bersih, semakin banyaknya pencemaran air dimana-mana, serta limbah cair yang dihasilkan dari industri-industripun perlu pengelolaan yang baik, maka pendaur ulangan air limbah menjadi air bersih bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

    Teknologi pengolahan air limbah sendiri saat ini begitu beragam, dan umumnya pengolahan air limbah (limbah cair) dilakukan dengan cara biologi dan dengan cara fisika atau kimia. Namun dengan adanya perubahan pada teknologi manufaktur, mengakibatkan terjadinya perubahan komponen kimia organik yang dibuang. Dan hal inilah yang menjadi permasalahan dalam pengolahan air limbah, dimana bahan kimia yang dihasilkan dari proses manufaktur begitu banyak, hingga bila menggunakan metode-metode diatas akan terlalu sulit dan mahal. Apalagi peraturan dan standar baku pembuangan air limbah industri semakin ketat, sehingga pengolahan air limbah banyak di abaikan oleh kalangan industri. Namun akan terjadi pencemaran lingkungan air dan udara jika limbah dibuang ke alam, karena pada umumnya senyawa organik tersebut beracun.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, kini telah dikembangkan teknologi bersih pengolahan air limbah, yaitu teknologi oksidasi lanjutan atau Advanced Oxidation Processes (AOP). "Teknologi bersih pengolahan air limbah AOP" ini sudah dapat diaplikasikan di industri dengan kemampuan yang lebih maju dibandingkan pengolahan air limbah lainnya.

    pengolahan air limbah

    Prinsip teknologi AOP adalah menciptakan oksidasi yang kuat dengan bantuan tenaga listrik dengan tegangan dan frekuensi tertentu. Teknologi AOP adalah satu atau kombinasi dari beberapa proses seperti ozon, hidrogen peroksida, sinar ultraviolet, titanium oksida, fotokatalis, sonolis, plasma serta beberapa proses lain yang menghasilkan radikal hidroksil. Radikal hidroksil (OH°) adalah radikal bebas (oksidan) yang sangat reaktif yang menghancurkan polutan di dalam air. Radikal hidroksil (OH°) tidak hanya menguraikan senyawa-senyawa organik, namun juga sekaligus dapat menghilangkan kandungan senyawa-senyawa turunan yang kemungkinan terbentuk selama proses oksidasi berlangsung. Hal tersebut dapat ditunjukan pada hasil akhir dari proses oksidasi pada AOP, yaitu hanya ada karbon dioksida (CO₂) dan air (H₂O) saja. Proses ini sekaligus menjadikan air hasil dari proses pengolahan air limbah akan dapat dipergunakan kembali sebagai air baku dalam proses manufaktur. Sedangkan untuk kandungan logam berat tersebut akan dapat didaur ulang kembali dengan menggunakan proses selanjutnya.

    Teknologi AOP tidak menghasilkan produk tambahan dan lumpur sehingga tidak perlu penanganan lebih lanjut, dan pada Teknologi AOP pemakaian footprintnya sangat kecil.

    Dari berbagai proses yang dapat dilakukan pada Teknologi AOP, kombinasi antara proses ozon dan sinar ultraviolet serta H₂O₂ sangat potensial untuk mengoksidasi berbagai senyawa organik dan bakteri yang mungkin ada dalam limbah cair. Ketiga proses tersebut aman, berkelanjutan dan merupakan teknologi ramah lingkungan (teknologi bersih).

    Teknologi AOP (Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah) dengan kombinasi ozon dan sinar ultraviolet memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah:
    1. Areal instalasi pengolahan air limbah yang dibutuhkan tidak luas
    2. Waktu pengolahan cepat
    3. Penggunaan bahan kimia sedikit
    4. Penguraian senyawa organik efektif
    5. Keluaran (output) limbah yang berupa lumpur (sludge) sedikit
    6. Air hasil pengolahan dapat dipergunakan kembali.

    Teknologi AOP (Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah) dengan kombinasi ozon dan sinar ultraviolet ini radikal hidroksilnya sangat efektif dalam menghilangkan warna dan bau yang terkandung dalam limbah cair.

    Kami merupakan kontraktor yang telah berpengalaman dan profesional. Jika perusahaan anda membutuhkan bantuan untuk penanganan Instalasi Water Treatment Plant.

    Hubungi (021) 5900629 atau 085100333130
    Email info@mechatronicgroup.com



    Sumber:
    - Materi Conference Enerba Teknologi (MTFD Conference)
    - Makalah Anto Tri S dari docstoc
    plumbing - Hai pembaca General Kontraktor, Kontraktor Elektrikal & Mekanikal, Design System, Maintenance, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul plumbing, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel cooling tower, Artikel general kontraktor jakarta, Artikel kontraktor jakarta, Artikel pemasangan hydrant, Artikel plumbing, Artikel pompa air, Artikel water pressure reducing, Artikel water treatment plant, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

    Judul : Pengenalan Teknologi AOP pada Water Treatment Plant (WTP)
    link : Pengenalan Teknologi AOP pada Water Treatment Plant (WTP)

    Baca juga


    plumbing

    Teknologi AOP : Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah

    Saat ini pengolahan air limbah menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah air bersih. Ya dengan semakin berkurangnya sumber air bersih, semakin banyaknya pencemaran air dimana-mana, serta limbah cair yang dihasilkan dari industri-industripun perlu pengelolaan yang baik, maka pendaur ulangan air limbah menjadi air bersih bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

    Teknologi pengolahan air limbah sendiri saat ini begitu beragam, dan umumnya pengolahan air limbah (limbah cair) dilakukan dengan cara biologi dan dengan cara fisika atau kimia. Namun dengan adanya perubahan pada teknologi manufaktur, mengakibatkan terjadinya perubahan komponen kimia organik yang dibuang. Dan hal inilah yang menjadi permasalahan dalam pengolahan air limbah, dimana bahan kimia yang dihasilkan dari proses manufaktur begitu banyak, hingga bila menggunakan metode-metode diatas akan terlalu sulit dan mahal. Apalagi peraturan dan standar baku pembuangan air limbah industri semakin ketat, sehingga pengolahan air limbah banyak di abaikan oleh kalangan industri. Namun akan terjadi pencemaran lingkungan air dan udara jika limbah dibuang ke alam, karena pada umumnya senyawa organik tersebut beracun.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, kini telah dikembangkan teknologi bersih pengolahan air limbah, yaitu teknologi oksidasi lanjutan atau Advanced Oxidation Processes (AOP). "Teknologi bersih pengolahan air limbah AOP" ini sudah dapat diaplikasikan di industri dengan kemampuan yang lebih maju dibandingkan pengolahan air limbah lainnya.

    pengolahan air limbah

    Prinsip teknologi AOP adalah menciptakan oksidasi yang kuat dengan bantuan tenaga listrik dengan tegangan dan frekuensi tertentu. Teknologi AOP adalah satu atau kombinasi dari beberapa proses seperti ozon, hidrogen peroksida, sinar ultraviolet, titanium oksida, fotokatalis, sonolis, plasma serta beberapa proses lain yang menghasilkan radikal hidroksil. Radikal hidroksil (OH°) adalah radikal bebas (oksidan) yang sangat reaktif yang menghancurkan polutan di dalam air. Radikal hidroksil (OH°) tidak hanya menguraikan senyawa-senyawa organik, namun juga sekaligus dapat menghilangkan kandungan senyawa-senyawa turunan yang kemungkinan terbentuk selama proses oksidasi berlangsung. Hal tersebut dapat ditunjukan pada hasil akhir dari proses oksidasi pada AOP, yaitu hanya ada karbon dioksida (CO₂) dan air (H₂O) saja. Proses ini sekaligus menjadikan air hasil dari proses pengolahan air limbah akan dapat dipergunakan kembali sebagai air baku dalam proses manufaktur. Sedangkan untuk kandungan logam berat tersebut akan dapat didaur ulang kembali dengan menggunakan proses selanjutnya.

    Teknologi AOP tidak menghasilkan produk tambahan dan lumpur sehingga tidak perlu penanganan lebih lanjut, dan pada Teknologi AOP pemakaian footprintnya sangat kecil.

    Dari berbagai proses yang dapat dilakukan pada Teknologi AOP, kombinasi antara proses ozon dan sinar ultraviolet serta H₂O₂ sangat potensial untuk mengoksidasi berbagai senyawa organik dan bakteri yang mungkin ada dalam limbah cair. Ketiga proses tersebut aman, berkelanjutan dan merupakan teknologi ramah lingkungan (teknologi bersih).

    Teknologi AOP (Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah) dengan kombinasi ozon dan sinar ultraviolet memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah:
    1. Areal instalasi pengolahan air limbah yang dibutuhkan tidak luas
    2. Waktu pengolahan cepat
    3. Penggunaan bahan kimia sedikit
    4. Penguraian senyawa organik efektif
    5. Keluaran (output) limbah yang berupa lumpur (sludge) sedikit
    6. Air hasil pengolahan dapat dipergunakan kembali.

    Teknologi AOP (Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah) dengan kombinasi ozon dan sinar ultraviolet ini radikal hidroksilnya sangat efektif dalam menghilangkan warna dan bau yang terkandung dalam limbah cair.

    Kami merupakan kontraktor yang telah berpengalaman dan profesional. Jika perusahaan anda membutuhkan bantuan untuk penanganan Instalasi Water Treatment Plant.

    Hubungi (021) 5900629 atau 085100333130
    Email info@mechatronicgroup.com



    Sumber:
    - Materi Conference Enerba Teknologi (MTFD Conference)
    - Makalah Anto Tri S dari docstoc

    Rabu, 08 Februari 2017

    Pressure Reducing Valve (PRV)

    Pressure Reducing Valve (PRV)
    adalah suatu fittings yang berfungsi sebagai alat pengatur tekanan bahan cair dalam pendistribusian cairan melalui piping installation. Dalam penerapannya di lapangan Pressure Reducing Valve (PRV) biasa di pakai dalam industri besar yang menggunakan sistem instalasi pipa besar.

    Dalam kesempatan kali ini saya akan mencatat beberapa hal tentang Pressure Reducing Valve yang di gunakan untuk pengaturan tekanan air bersih pada gedung bertingkat.

    Suatu sistem instalasi air bersih di gedung bertingkat tinggi sangat di pengaruhi oleh gaya gravitasi bumi yang akan menyebabkan tekanan air mengalami peningkatan. Semakin tinggi gedung maka tekanan air yang berada di lantai dasar semakin bertambah dan ini akan membahayakan instalasi pipa dan alat-alat pendukung yang lain jika tidak di pasang alat pengatur tekanan. Adanya Water Pressure Reducing Valve berfungsi untuk mengatur tekanan air agar stabil dan rata.

    Penempatan water Presure Reducing Valve (PRV) tergantung pada kebutuhan di lapangan, Namun untuk penempatan PRV air bersih pada gedung bertingkat biasanya berjarak per 6 lantai. Jika tinggi lantai 3 meter maka penempatan Pressure Reducing Valve berjarak 18 meter. Dan tekanan air maksimum pada inlet PRV di atur kurang lebih 3 - 4kg/cm2. Hal ini untuk menjaga keamanan alat – alat yang menggunakan air seperti shower spray yang memiliki batas tekanan maximum 4,5kg/cm2, kran, wastafel dan alat – alat lain.

    Karena water Pressure Reducing Valve (PRV) sistem kerjanya menggunakan membran maka penempatan PRV harus dalam posisi horizontal. Dengan posisi horizontal maka kerja PRV akan optimal dan mencegah terjadinya pengikisan part yang akan mengakibatkan terhambatnya kinerja dari PRV.

    Cara kerja PRV hanya berdasar aliran air untuk mengatur sistem buka tutup membran yang terbuat dari bahan khusus sejenis karet. Aliran air di atur sedemikian rupa melewati pipa – pipa kapiler yang di atur oleh regulator in dan out.

    Untuk cara setting Pressure Reducing Valve , anda dapat menuju ke sini

    Jika membutuhkan tenaga kontraktor yang profesional dan berpengalaman anda dapat menghubungi kami :
    Hubungi (021) 5900629 atau 085100333130
    Email : info@mechatronicgroup.com

    plumbing - Hai pembaca General Kontraktor, Kontraktor Elektrikal & Mekanikal, Design System, Maintenance, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul plumbing, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel plumbing, Artikel tips, Artikel water pressure reducing, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

    Judul : Pressure Reducing Valve (PRV)
    link : Pressure Reducing Valve (PRV)

    Baca juga


    plumbing

    Pressure Reducing Valve (PRV)

    adalah suatu fittings yang berfungsi sebagai alat pengatur tekanan bahan cair dalam pendistribusian cairan melalui piping installation. Dalam penerapannya di lapangan Pressure Reducing Valve (PRV) biasa di pakai dalam industri besar yang menggunakan sistem instalasi pipa besar.

    Dalam kesempatan kali ini saya akan mencatat beberapa hal tentang Pressure Reducing Valve yang di gunakan untuk pengaturan tekanan air bersih pada gedung bertingkat.

    Suatu sistem instalasi air bersih di gedung bertingkat tinggi sangat di pengaruhi oleh gaya gravitasi bumi yang akan menyebabkan tekanan air mengalami peningkatan. Semakin tinggi gedung maka tekanan air yang berada di lantai dasar semakin bertambah dan ini akan membahayakan instalasi pipa dan alat-alat pendukung yang lain jika tidak di pasang alat pengatur tekanan. Adanya Water Pressure Reducing Valve berfungsi untuk mengatur tekanan air agar stabil dan rata.

    Penempatan water Presure Reducing Valve (PRV) tergantung pada kebutuhan di lapangan, Namun untuk penempatan PRV air bersih pada gedung bertingkat biasanya berjarak per 6 lantai. Jika tinggi lantai 3 meter maka penempatan Pressure Reducing Valve berjarak 18 meter. Dan tekanan air maksimum pada inlet PRV di atur kurang lebih 3 - 4kg/cm2. Hal ini untuk menjaga keamanan alat – alat yang menggunakan air seperti shower spray yang memiliki batas tekanan maximum 4,5kg/cm2, kran, wastafel dan alat – alat lain.

    Karena water Pressure Reducing Valve (PRV) sistem kerjanya menggunakan membran maka penempatan PRV harus dalam posisi horizontal. Dengan posisi horizontal maka kerja PRV akan optimal dan mencegah terjadinya pengikisan part yang akan mengakibatkan terhambatnya kinerja dari PRV.

    Cara kerja PRV hanya berdasar aliran air untuk mengatur sistem buka tutup membran yang terbuat dari bahan khusus sejenis karet. Aliran air di atur sedemikian rupa melewati pipa – pipa kapiler yang di atur oleh regulator in dan out.

    Untuk cara setting Pressure Reducing Valve , anda dapat menuju ke sini

    Jika membutuhkan tenaga kontraktor yang profesional dan berpengalaman anda dapat menghubungi kami :
    Hubungi (021) 5900629 atau 085100333130
    Email : info@mechatronicgroup.com

    Tips : Bagaimana Cara Setting PRV Air Bersih Pada Gedung Bertingkat Tinggi

    Cara Setting PRV Air Bersih Gedung Bertingkat Tinggi - Water Pressure Reducing Valve

    Cara Setting PRV Air Bersih Gedung Bertingkat

    Setelah catatan saya sebelumnya membahas Pressure Reducing Valve kali ini saya akan mencatat cara setting PRV (water pressure Reducing Valve). Seperti yang kita ketahui bahwa water pressure reducing valve menggunakan membran sebagai part untuk mengatur tekanan air, maka di perlukan sistem untuk mengatur buka tutup membran tersebut.

    Di sini saya hanya membahas cara setting PRV (water pressure reducing valve) dan tidak menyangkut sistem dan apa yang di maksud PRV. Kembali pada pokok pembahasan, Untuk mengatur buka tutup membran water pressure reducing valve di perlukan aliran air yang mempunyai tekanan berubah – ubah.

    Aliran air yang di maksud adalah aliran air yang melalui pipa – pipa kapiler yang di atur sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang bekerja bergantian. Di antara pipa- pipa kapiler tersebut di pasang regulator yang berfungsi untuk mengatur aliran air yang melalui pipa kapiler dan ini terhubung dengan membran.Dari sini kita akan mengetahui cara setting PRV.

    Yang di maksud dengan cara setting PRV (water pressure reducing valve) di sini adalah pengaturan yang di titik beratkan pada pengaturan regulator. Terdapat dua unit regulator pada tiap-tiap water pressure reducing valve, regulator pertama berfungsi untuk mengatur tekanan maksimum dan regulator ke dua untuk mengatur tekanan air minimum.

    Cara setting PRV (water pressure reducing valve) untuk regulator pertama adalah jika baut regulator di putar searah jarum jam maka tekanan air yang keluar dari water pressure reducing valve (outlet) akan meningkat. Sebaliknya, jika di putar berlawanan arah jarum jam maka tekanan air yang keluar semakin rendah (mendekati nol kg/cm2 alias mati). Sedangkan untuk regulator yang kedua adalah sama dengan cara setting regulator pertama.

    Yang membedakan antara regulator pertama dan kedua dalam cara setting PRV untuk air bersih gedung bertingkat tinggi adalah pada regulator pertama kita hanya mengacu pada  berapa tekanan maksimum yang kita inginkan (seperti yang telah di jelaskan pada catatan saya tentang water pressure reducing valve). Sedangkan untuk regulator ke dua kita mengacu pada berapa tekanan air minimum yang kita inginkan. Idealnya pengaturan minimum outlet PRV induk gedung bertingkat tinggi adalah 1.5 - 2kg/cm2 sehingga tidak ada kekurangan supply air pada lantai yang tepat berada di bawah PRV saat pemakaian banyak.

    Disini saya akan mengambil contoh pemakaian air pada gedung perkantoran. Pada saat jam istirahat pemakaian air akan meningkat sehingga tekanan air pada lantai yang letaknya tepat di bawah PRV akan mengalami penurunan drastis. Untuk menghindari hal ini maka sebaiknya PRV (water pressure reducing valve) untuk regulator kedua di atur 1.5 kg/cm2.

    Sedangkan untuk tekanan maksimum, PRV air bersih dapat di setting maksimum 4 kg/cm2. Sebenarnya tidak masalah PRV di atur berapapun (misal 5kg/cm2, 5.5kg/cm2 atau 6kg/cm2) akan tetapi karena kita berhubungan dengan part-part toilet maka jika tekanan terlalu tinggi di khawatirkan perangkat toilet tidak mampu menahan tekanan tinggi. Misalnya shower spray, Shower spray rata-rata hanya mampu menahan tekanan maksimal 4.5 kg/cm2, belum lagi jet washer. Jika tekanan air terlalu tinggi maka pancaran air pada jet washer akan sangat menyakitkan pengguna kloset duduk.

    Lain hal jika PRV di aplikasikan pada fluida lain misalnya di pabrik atau di bidang perminyakan.Treg gandeng berapa tekanan yang di tetapkan. Demikian sharing saya tentang cara setting water pressure reducing valve air bersih gedung bertingkat ini, semoga catatan saya bermanfaat.

    Jika Perusahaan Anda membutuhkan General Kontraktor untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dalam perusahaan anda. Kami siap membantu kebutuhan perusahaan anda. Dengan Pengalaman yang kami miliki. 

    Hubungi (021) 5900629 atau 085100333130
    plumbing - Hai pembaca General Kontraktor, Kontraktor Elektrikal & Mekanikal, Design System, Maintenance, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul plumbing, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel plumbing, Artikel tips, Artikel water pressure reducing, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

    Judul : Tips : Bagaimana Cara Setting PRV Air Bersih Pada Gedung Bertingkat Tinggi
    link : Tips : Bagaimana Cara Setting PRV Air Bersih Pada Gedung Bertingkat Tinggi

    Baca juga


    plumbing

    Cara Setting PRV Air Bersih Gedung Bertingkat Tinggi - Water Pressure Reducing Valve

    Cara Setting PRV Air Bersih Gedung Bertingkat

    Setelah catatan saya sebelumnya membahas Pressure Reducing Valve kali ini saya akan mencatat cara setting PRV (water pressure Reducing Valve). Seperti yang kita ketahui bahwa water pressure reducing valve menggunakan membran sebagai part untuk mengatur tekanan air, maka di perlukan sistem untuk mengatur buka tutup membran tersebut.

    Di sini saya hanya membahas cara setting PRV (water pressure reducing valve) dan tidak menyangkut sistem dan apa yang di maksud PRV. Kembali pada pokok pembahasan, Untuk mengatur buka tutup membran water pressure reducing valve di perlukan aliran air yang mempunyai tekanan berubah – ubah.

    Aliran air yang di maksud adalah aliran air yang melalui pipa – pipa kapiler yang di atur sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang bekerja bergantian. Di antara pipa- pipa kapiler tersebut di pasang regulator yang berfungsi untuk mengatur aliran air yang melalui pipa kapiler dan ini terhubung dengan membran.Dari sini kita akan mengetahui cara setting PRV.

    Yang di maksud dengan cara setting PRV (water pressure reducing valve) di sini adalah pengaturan yang di titik beratkan pada pengaturan regulator. Terdapat dua unit regulator pada tiap-tiap water pressure reducing valve, regulator pertama berfungsi untuk mengatur tekanan maksimum dan regulator ke dua untuk mengatur tekanan air minimum.

    Cara setting PRV (water pressure reducing valve) untuk regulator pertama adalah jika baut regulator di putar searah jarum jam maka tekanan air yang keluar dari water pressure reducing valve (outlet) akan meningkat. Sebaliknya, jika di putar berlawanan arah jarum jam maka tekanan air yang keluar semakin rendah (mendekati nol kg/cm2 alias mati). Sedangkan untuk regulator yang kedua adalah sama dengan cara setting regulator pertama.

    Yang membedakan antara regulator pertama dan kedua dalam cara setting PRV untuk air bersih gedung bertingkat tinggi adalah pada regulator pertama kita hanya mengacu pada  berapa tekanan maksimum yang kita inginkan (seperti yang telah di jelaskan pada catatan saya tentang water pressure reducing valve). Sedangkan untuk regulator ke dua kita mengacu pada berapa tekanan air minimum yang kita inginkan. Idealnya pengaturan minimum outlet PRV induk gedung bertingkat tinggi adalah 1.5 - 2kg/cm2 sehingga tidak ada kekurangan supply air pada lantai yang tepat berada di bawah PRV saat pemakaian banyak.

    Disini saya akan mengambil contoh pemakaian air pada gedung perkantoran. Pada saat jam istirahat pemakaian air akan meningkat sehingga tekanan air pada lantai yang letaknya tepat di bawah PRV akan mengalami penurunan drastis. Untuk menghindari hal ini maka sebaiknya PRV (water pressure reducing valve) untuk regulator kedua di atur 1.5 kg/cm2.

    Sedangkan untuk tekanan maksimum, PRV air bersih dapat di setting maksimum 4 kg/cm2. Sebenarnya tidak masalah PRV di atur berapapun (misal 5kg/cm2, 5.5kg/cm2 atau 6kg/cm2) akan tetapi karena kita berhubungan dengan part-part toilet maka jika tekanan terlalu tinggi di khawatirkan perangkat toilet tidak mampu menahan tekanan tinggi. Misalnya shower spray, Shower spray rata-rata hanya mampu menahan tekanan maksimal 4.5 kg/cm2, belum lagi jet washer. Jika tekanan air terlalu tinggi maka pancaran air pada jet washer akan sangat menyakitkan pengguna kloset duduk.

    Lain hal jika PRV di aplikasikan pada fluida lain misalnya di pabrik atau di bidang perminyakan.Treg gandeng berapa tekanan yang di tetapkan. Demikian sharing saya tentang cara setting water pressure reducing valve air bersih gedung bertingkat ini, semoga catatan saya bermanfaat.

    Jika Perusahaan Anda membutuhkan General Kontraktor untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dalam perusahaan anda. Kami siap membantu kebutuhan perusahaan anda. Dengan Pengalaman yang kami miliki. 

    Hubungi (021) 5900629 atau 085100333130